Translate

Senin, 04 April 2016

Kisah kehidupan Emiron Bembok dari dusun Toliga

                                       

 Foto kenangan yang tak pernah ku lupakan selama hidupku  bersama Dosen - Dosenku yang saya cintai dan saya banggakan saya tidak dapat membalas dengan apa pun, tapi Tuhan akan memberkati selalu dalam pekerjaan selanjutnya.

            Kenangan yang terindah suasana terakhir yang sangat terharukan saya akan selalu ku ingat dimana pun saya pergi, teriam kasih banyak Bapak - Ibu Dosen semuanya telah mendidik saya dengan tak bosan - bosan. Walau pun saya selalu menyakiti hati para Dosen - dosen, tapi karena begitu besar kasih sayang kepada saya sehingga selalu mengajariku akhirnya saya bisa menyelesaikan studi di tempat ini. Saya mohon maaf atas segala kesalahan saya, dan sekali lagi terima kasih banyak saya tidak dapat membals dengan apa pun, tapi Tuhan akan memberkati dalam perkerjaan selanjutnya.

Berikut ini Kisah Kehidupan perjalanan  Emiron Bembok
Saya orangnya   sederhana saja banyak memiliki kekurangan.  Saya lahir di Tolikara, Papua pada tanggal 02 Desember tahun 1991 dari delapan bersaudara dua orang laki – laki dan enam orang perempuan di anugerahkan oleh Tuhan melalui kandungan Ibu Mekira Lambe dan Ayah Beigele Bembok. Saya putra pertama dari delapan bersaudara, kami hidup di  kampung terpencil pendalaman di dusun Gilobandu ,Tolikara,  Papua dari situlah saya menyelesaikan sekolah menegah dasar SD Inpres Egoni, kemudian saya menyelesaikan SMP Sandol YPSN Kanggime, kemudian menyelesaikan  SMA Negeri 3 Kanggime, dan menyelesaikan Sarjana Pendidikan Fisika S1 di Tangerang, Banten.

Dalam hidup saya pernah menggalami kegagalan yaitu pertama saya gagal sejak lulus SMA ketika mau melanjutkan kuliah saya mengikuti tes di Tolikara untuk kuliah di IPDN Bandung, tapi karena Tuhan punya rencana di tempat lain sehingga saya tidak lulus.

Sejak itu saya sangat kecewa, karena uang saya persiapan untuk kuliah hasil jualan sayur – sayuran dari Ibu saya sudah habis untuk melengkapi persyaratan di IPDN sehingga saya katakan kepada ayah saya bahwa, saya tidak usah melanjutkan kuliah saja cukup saya membantu orang tua disini saja. Tetapi ayah saya tidak begitu menyerah, walaupun saat itu tidak ada uang satu pun, tapi ayah saya katakan pada saya dengan nada sura yang pelan bahwa anak tetap melanjutkan kuliah. Saat itu, saya merasakan sangat sedih ketika saya melihat ayah saya tidak begitu menyerah berusaha mengantarkan saya dari kantor satu ke kantor yang lain untuk melobi tes – tes yang lain lagi, sehingga kami menemukan di dinas kebudayaan dan pendidikan kabupaten Tolikara ada penerimaan calon mahasiswa  di STKIP- Surya. Sejak itu, kami langsung mendaftar nama kemudia besoknya saya mengikuti tes akhirnya saya lulus disitu dari antara ratusan teman – teman kami hanya 20 orang dapat terpilih oleh Tuhan.
Kemudian kegagalan yang kedua tidak mengikuti peraktek pengalaman lapangan (PPL) pada waktu yang ditentukan oleh kampus, karena masih belum siap banyak ketinggalan dalam perkulihan sehingga PPL tersebut di tunda. Hal ini di sebabkan karena, kekurangan dan kelemahan dari saya banyak buang – buang waktu dengan sia – sia saja sehingga saya tidak dapat menyelesaikan dengan tepat waktu. Oleh karena itu, saya sebagai manusia  jadi sedkikit kecewa, tapi saya tidak menyerah begitu saja. Saya rasa ingin mencoba selalu ada sehingga saya maju lagi, akhirnya saya dapat menyelesaikan PPL pada gelombang kedua.

Berikutnya, kegagalan yang ketiga yaitu saya tidak menyelesaikan kuliah saya tepat waktunya, saya gagal satu tahun seharusnya saya lulus pada tahun 2015, tapi di tunda kemenangan pada tahun 2016. Sejak itu, air mata saya mengalir karena melihat teman – teman saya lulus dan membawa hasil ke daerah, tapi saya ketinggalan sehingga saya sangat kecewa. Ini semuanya, karena kekurangan saya juga dalam perkuliahan sehingga ada beberapa mata kuliah ketinggalan, tapi saya tidak begitu menyerah bangkit dengan penuh semangat dan mencoba lagi sehingga saya dapat menyelesaikan segala persoalan di kampus STKIP – Surya.

Berikutnya, kegagalan yang ke empat yaitu Dosen menyuruh revisi sidang SKRIPSI selama satu minggu, ketika hal itu terjadi hampir saja mau menyerah, tapi saya kembali koreksi kesalahan saya kemudian saya tidak menyerah maju lagi, akhirnya saya dapat menyatakan lulus sarjana pendidikan fisika s1 dengan nilai yang memuaskan sebagai syarat untuk memenuhi gelar sarjana pendidikan fisika, S.Pd. Pada hari jumat, 11 Maret 2016.

Semua ini terjadi, bukan karena kemampuan saya sendiri, tapi karena kasih sayang Tuhan dimana saya susah dia selalu hadir dan menolongku sejak saya sedih dia selalu hadir dan menghiburku, saat saya tidak punya uang dia selalu berkarja dalam hati orang dia kenal kemudian melalui orang yang dia kenal itu membantu saya, ketika saya sangat membutuhkan mendadat. Sungguh luar biasa engkaulah Tuhan ku  dan Juruselamatku Tuhan Yesus Kristus tidak ada yang lain selain engkau hanya padamu saja saya berharap samapi selama – lamanya.

Saya sendiri tidak sanggup Tuhan saya membutuhkan engkau hadirlah dalam hidupku Tuhan pimpinlah saya Tuhan sesuai rencanamu, saya hanya mau mengikutimu Tuhan Yesusku tunjuklah padaku Tuhan jalan yang mana yang harus ku ikuti, karena masih banyak persoalan dan tanggung jawab besar yang saya harus hadapi yaitu, saya mau melayani umat manusia melalui pendidikan. Engkau yang bertindak Tuhan saya hanya mau mengikutimu Tuhan Allahku yang hidup pencipta langit dan bumi serta segala isinya. Terima kasih bayak Bapa ku di sorga atas mujizatmu yang tidak pernah berhenti dalam hidup selalu mengalir dan engkau selalu menjaga saya sehingga saya boleh ada sebagai mana saya ada semuanya karena engkau. Oleh karena itu, saya tidak dapat membalas kasihmu dan pertolonganmu, tapi saya hanya mau persembahkan hidupku ini semuanya milik engkau Tuhan ya Allahku pakailah saya hanya sesuai kehendakmu saja amin.





Tidak ada komentar: