Foto kenangan yang tak pernah ku lupakan selama hidupku bersama Dosen - Dosenku yang saya cintai dan saya banggakan saya tidak dapat membalas dengan apa pun, tapi Tuhan akan memberkati selalu dalam pekerjaan selanjutnya.
Kenangan yang terindah suasana terakhir yang sangat terharukan saya akan selalu ku ingat dimana pun saya pergi, teriam kasih banyak Bapak - Ibu Dosen semuanya telah mendidik saya dengan tak bosan - bosan. Walau pun saya selalu menyakiti hati para Dosen - dosen, tapi karena begitu besar kasih sayang kepada saya sehingga selalu mengajariku akhirnya saya bisa menyelesaikan studi di tempat ini. Saya mohon maaf atas segala kesalahan saya, dan sekali lagi terima kasih banyak saya tidak dapat membals dengan apa pun, tapi Tuhan akan memberkati dalam perkerjaan selanjutnya.
Berikut ini Kisah
Kehidupan perjalanan Emiron Bembok
Saya
orangnya sederhana saja banyak memiliki
kekurangan. Saya lahir di Tolikara,
Papua pada tanggal 02 Desember tahun 1991 dari delapan bersaudara dua orang
laki – laki dan enam orang perempuan di anugerahkan oleh Tuhan melalui
kandungan Ibu Mekira Lambe dan Ayah Beigele Bembok. Saya putra pertama dari
delapan bersaudara, kami hidup di
kampung terpencil pendalaman di dusun Gilobandu ,Tolikara, Papua dari situlah saya menyelesaikan sekolah
menegah dasar SD Inpres Egoni, kemudian saya menyelesaikan SMP Sandol YPSN
Kanggime, kemudian menyelesaikan SMA
Negeri 3 Kanggime, dan menyelesaikan Sarjana Pendidikan Fisika S1 di Tangerang, Banten.
Dalam
hidup saya pernah menggalami kegagalan yaitu pertama saya gagal sejak lulus SMA
ketika mau melanjutkan kuliah saya mengikuti tes di Tolikara untuk kuliah di
IPDN Bandung, tapi karena Tuhan punya rencana di tempat lain sehingga saya
tidak lulus.
Sejak
itu saya sangat kecewa, karena uang saya persiapan untuk kuliah hasil jualan
sayur – sayuran dari Ibu saya sudah habis untuk melengkapi persyaratan di IPDN
sehingga saya katakan kepada ayah saya bahwa, saya tidak usah melanjutkan
kuliah saja cukup saya membantu orang tua disini saja. Tetapi ayah saya tidak
begitu menyerah, walaupun saat itu tidak ada uang satu pun, tapi ayah saya
katakan pada saya dengan nada sura yang pelan bahwa anak tetap melanjutkan
kuliah. Saat itu, saya merasakan sangat sedih ketika saya melihat ayah saya
tidak begitu menyerah berusaha mengantarkan saya dari kantor satu ke kantor
yang lain untuk melobi tes – tes yang lain lagi, sehingga kami menemukan di
dinas kebudayaan dan pendidikan kabupaten Tolikara ada penerimaan calon
mahasiswa di STKIP- Surya. Sejak itu,
kami langsung mendaftar nama kemudia besoknya saya mengikuti tes akhirnya saya
lulus disitu dari antara ratusan teman – teman kami hanya 20 orang dapat
terpilih oleh Tuhan.
Kemudian
kegagalan yang kedua tidak mengikuti peraktek pengalaman lapangan (PPL) pada
waktu yang ditentukan oleh kampus, karena masih belum siap banyak ketinggalan
dalam perkulihan sehingga PPL tersebut di tunda. Hal ini di sebabkan karena,
kekurangan dan kelemahan dari saya banyak buang – buang waktu dengan sia – sia
saja sehingga saya tidak dapat menyelesaikan dengan tepat waktu. Oleh karena
itu, saya sebagai manusia jadi sedkikit
kecewa, tapi saya tidak menyerah begitu saja. Saya rasa ingin mencoba selalu
ada sehingga saya maju lagi, akhirnya saya dapat menyelesaikan PPL pada
gelombang kedua.
Berikutnya,
kegagalan yang ketiga yaitu saya tidak menyelesaikan kuliah saya tepat waktunya,
saya gagal satu tahun seharusnya saya lulus pada tahun 2015, tapi di tunda
kemenangan pada tahun 2016. Sejak itu, air mata saya mengalir karena melihat
teman – teman saya lulus dan membawa hasil ke daerah, tapi saya ketinggalan
sehingga saya sangat kecewa. Ini semuanya, karena kekurangan saya juga dalam
perkuliahan sehingga ada beberapa mata kuliah ketinggalan, tapi saya tidak
begitu menyerah bangkit dengan penuh semangat dan mencoba lagi sehingga saya
dapat menyelesaikan segala persoalan di kampus STKIP – Surya.
Berikutnya,
kegagalan yang ke empat yaitu Dosen menyuruh revisi sidang SKRIPSI selama satu
minggu, ketika hal itu terjadi hampir saja mau menyerah, tapi saya kembali
koreksi kesalahan saya kemudian saya tidak menyerah maju lagi, akhirnya saya
dapat menyatakan lulus sarjana pendidikan fisika s1 dengan nilai yang memuaskan
sebagai syarat untuk memenuhi gelar sarjana pendidikan fisika, S.Pd. Pada hari
jumat, 11 Maret 2016.
Semua
ini terjadi, bukan karena kemampuan saya sendiri, tapi karena kasih sayang
Tuhan dimana saya susah dia selalu hadir dan menolongku sejak saya sedih dia
selalu hadir dan menghiburku, saat saya tidak punya uang dia selalu berkarja
dalam hati orang dia kenal kemudian melalui orang yang dia kenal itu membantu
saya, ketika saya sangat membutuhkan mendadat. Sungguh luar biasa engkaulah
Tuhan ku dan Juruselamatku Tuhan Yesus
Kristus tidak ada yang lain selain engkau hanya padamu saja saya berharap
samapi selama – lamanya.
Saya
sendiri tidak sanggup Tuhan saya membutuhkan engkau hadirlah dalam hidupku
Tuhan pimpinlah saya Tuhan sesuai rencanamu, saya hanya mau mengikutimu Tuhan
Yesusku tunjuklah padaku Tuhan jalan yang mana yang harus ku ikuti, karena
masih banyak persoalan dan tanggung jawab besar yang saya harus hadapi yaitu,
saya mau melayani umat manusia melalui pendidikan. Engkau yang bertindak Tuhan
saya hanya mau mengikutimu Tuhan Allahku yang hidup pencipta langit dan bumi
serta segala isinya. Terima kasih bayak Bapa ku di sorga atas mujizatmu yang
tidak pernah berhenti dalam hidup selalu mengalir dan engkau selalu menjaga
saya sehingga saya boleh ada sebagai mana saya ada semuanya karena engkau. Oleh
karena itu, saya tidak dapat membalas kasihmu dan pertolonganmu, tapi saya
hanya mau persembahkan hidupku ini semuanya milik engkau Tuhan ya Allahku
pakailah saya hanya sesuai kehendakmu saja amin.