Translate
Jumat, 25 Desember 2015
Kenangan asyiknya merayakan natal di masa- masa muda di negeri orang 2015
Saya lahir di Tolikara Papua pada tanggal, 2 Desember Tahun 1991. Saya orangnya sederhana saja banyak memiliki kekurangan, jadi saya sangat membutuhkan saran atau masukkan oleh siapa pun. Agar saya dapat belajar dari orang lain lagi, tentang apa saja sesuai talenta anda masing - masing. Silahkan membagaikan antara satu sama lain, agar menjadi berkat untuk orang lain.
Minggu, 20 Desember 2015
Ikatan Pelajar Mahasiswa Tolikara(IPMT) Merayakan Natal 2015
Saya lahir di Tolikara Papua pada tanggal, 2 Desember Tahun 1991. Saya orangnya sederhana saja banyak memiliki kekurangan, jadi saya sangat membutuhkan saran atau masukkan oleh siapa pun. Agar saya dapat belajar dari orang lain lagi, tentang apa saja sesuai talenta anda masing - masing. Silahkan membagaikan antara satu sama lain, agar menjadi berkat untuk orang lain.
Sabtu, 22 Agustus 2015
Kini tiba saatnya kita kan berpisah mahasiswa STKIP Surya 2010
Saya lahir di Tolikara Papua pada tanggal, 2 Desember Tahun 1991. Saya orangnya sederhana saja banyak memiliki kekurangan, jadi saya sangat membutuhkan saran atau masukkan oleh siapa pun. Agar saya dapat belajar dari orang lain lagi, tentang apa saja sesuai talenta anda masing - masing. Silahkan membagaikan antara satu sama lain, agar menjadi berkat untuk orang lain.
Selasa, 18 Agustus 2015
Bey Dukbe Konalo
Para pemimpin- pemimpin Papua saat Seminar Internasional Gidi di Tolikara, Papua.
Kenangan bersama kawan- kawan di STKIP Surya
Kenangan pada tahun 2010 di Tangerang, Banten
Kenangan saat pelepasan praktek pengalaman lapangan ( PPL)
Muara Kalikabur di Cahaya Toli, Papua
Saya lahir di Tolikara Papua pada tanggal, 2 Desember Tahun 1991. Saya orangnya sederhana saja banyak memiliki kekurangan, jadi saya sangat membutuhkan saran atau masukkan oleh siapa pun. Agar saya dapat belajar dari orang lain lagi, tentang apa saja sesuai talenta anda masing - masing. Silahkan membagaikan antara satu sama lain, agar menjadi berkat untuk orang lain.
Kamis, 02 Juli 2015
Tradisional Cahaya Toli Papua
Saya lahir di Tolikara Papua pada tanggal, 2 Desember Tahun 1991. Saya orangnya sederhana saja banyak memiliki kekurangan, jadi saya sangat membutuhkan saran atau masukkan oleh siapa pun. Agar saya dapat belajar dari orang lain lagi, tentang apa saja sesuai talenta anda masing - masing. Silahkan membagaikan antara satu sama lain, agar menjadi berkat untuk orang lain.
Minggu, 21 Juni 2015
Lagu Aku Papua
Saya lahir di Tolikara Papua pada tanggal, 2 Desember Tahun 1991. Saya orangnya sederhana saja banyak memiliki kekurangan, jadi saya sangat membutuhkan saran atau masukkan oleh siapa pun. Agar saya dapat belajar dari orang lain lagi, tentang apa saja sesuai talenta anda masing - masing. Silahkan membagaikan antara satu sama lain, agar menjadi berkat untuk orang lain.
Kamis, 18 Juni 2015
Kisah Nabi Nuh
Saya lahir di Tolikara Papua pada tanggal, 2 Desember Tahun 1991. Saya orangnya sederhana saja banyak memiliki kekurangan, jadi saya sangat membutuhkan saran atau masukkan oleh siapa pun. Agar saya dapat belajar dari orang lain lagi, tentang apa saja sesuai talenta anda masing - masing. Silahkan membagaikan antara satu sama lain, agar menjadi berkat untuk orang lain.
Kamis, 11 Juni 2015
Kaonak - hatiku tetap papua.flv
Saya lahir di Tolikara Papua pada tanggal, 2 Desember Tahun 1991. Saya orangnya sederhana saja banyak memiliki kekurangan, jadi saya sangat membutuhkan saran atau masukkan oleh siapa pun. Agar saya dapat belajar dari orang lain lagi, tentang apa saja sesuai talenta anda masing - masing. Silahkan membagaikan antara satu sama lain, agar menjadi berkat untuk orang lain.
Senin, 08 Juni 2015
Video Profil Lukas Enembe, SIP, MH
Saya lahir di Tolikara Papua pada tanggal, 2 Desember Tahun 1991. Saya orangnya sederhana saja banyak memiliki kekurangan, jadi saya sangat membutuhkan saran atau masukkan oleh siapa pun. Agar saya dapat belajar dari orang lain lagi, tentang apa saja sesuai talenta anda masing - masing. Silahkan membagaikan antara satu sama lain, agar menjadi berkat untuk orang lain.
Minggu, 07 Juni 2015
Proses Produksi Juice Buah Merah Papoe A oleh putra- putri Papua Kities ...
Saya lahir di Tolikara Papua pada tanggal, 2 Desember Tahun 1991. Saya orangnya sederhana saja banyak memiliki kekurangan, jadi saya sangat membutuhkan saran atau masukkan oleh siapa pun. Agar saya dapat belajar dari orang lain lagi, tentang apa saja sesuai talenta anda masing - masing. Silahkan membagaikan antara satu sama lain, agar menjadi berkat untuk orang lain.
Jumat, 05 Juni 2015
Kenangan dari dusun Toliga
Saya lahir di Tolikara Papua pada tanggal, 2 Desember Tahun 1991. Saya orangnya sederhana saja banyak memiliki kekurangan, jadi saya sangat membutuhkan saran atau masukkan oleh siapa pun. Agar saya dapat belajar dari orang lain lagi, tentang apa saja sesuai talenta anda masing - masing. Silahkan membagaikan antara satu sama lain, agar menjadi berkat untuk orang lain.
Senin, 01 Juni 2015
Tanah Mama- mama Papua
Saya lahir di Tolikara Papua pada tanggal, 2 Desember Tahun 1991. Saya orangnya sederhana saja banyak memiliki kekurangan, jadi saya sangat membutuhkan saran atau masukkan oleh siapa pun. Agar saya dapat belajar dari orang lain lagi, tentang apa saja sesuai talenta anda masing - masing. Silahkan membagaikan antara satu sama lain, agar menjadi berkat untuk orang lain.
Zaman dahulu di Karubaga sekarang Ibu kota Kabupaten Tolikara Papua
Saya lahir di Tolikara Papua pada tanggal, 2 Desember Tahun 1991. Saya orangnya sederhana saja banyak memiliki kekurangan, jadi saya sangat membutuhkan saran atau masukkan oleh siapa pun. Agar saya dapat belajar dari orang lain lagi, tentang apa saja sesuai talenta anda masing - masing. Silahkan membagaikan antara satu sama lain, agar menjadi berkat untuk orang lain.
Bapak Benny Wenda piones bangsa west Papua
Saya lahir di Tolikara Papua pada tanggal, 2 Desember Tahun 1991. Saya orangnya sederhana saja banyak memiliki kekurangan, jadi saya sangat membutuhkan saran atau masukkan oleh siapa pun. Agar saya dapat belajar dari orang lain lagi, tentang apa saja sesuai talenta anda masing - masing. Silahkan membagaikan antara satu sama lain, agar menjadi berkat untuk orang lain.
Tradisional Tolikara Papua
Saya lahir di Tolikara Papua pada tanggal, 2 Desember Tahun 1991. Saya orangnya sederhana saja banyak memiliki kekurangan, jadi saya sangat membutuhkan saran atau masukkan oleh siapa pun. Agar saya dapat belajar dari orang lain lagi, tentang apa saja sesuai talenta anda masing - masing. Silahkan membagaikan antara satu sama lain, agar menjadi berkat untuk orang lain.
Kenangan terindah bersama orang tua dari dusun Toliga lintas Kalikabur
Saya lahir di Tolikara Papua pada tanggal, 2 Desember Tahun 1991. Saya orangnya sederhana saja banyak memiliki kekurangan, jadi saya sangat membutuhkan saran atau masukkan oleh siapa pun. Agar saya dapat belajar dari orang lain lagi, tentang apa saja sesuai talenta anda masing - masing. Silahkan membagaikan antara satu sama lain, agar menjadi berkat untuk orang lain.
Minggu, 31 Mei 2015
Praktikum Getaran pada bandul dan pegas oleh siswa SMA Genius
Saya lahir di Tolikara Papua pada tanggal, 2 Desember Tahun 1991. Saya orangnya sederhana saja banyak memiliki kekurangan, jadi saya sangat membutuhkan saran atau masukkan oleh siapa pun. Agar saya dapat belajar dari orang lain lagi, tentang apa saja sesuai talenta anda masing - masing. Silahkan membagaikan antara satu sama lain, agar menjadi berkat untuk orang lain.
Sabtu, 30 Mei 2015
Tradisional Tolikara Papua
Saya lahir di Tolikara Papua pada tanggal, 2 Desember Tahun 1991. Saya orangnya sederhana saja banyak memiliki kekurangan, jadi saya sangat membutuhkan saran atau masukkan oleh siapa pun. Agar saya dapat belajar dari orang lain lagi, tentang apa saja sesuai talenta anda masing - masing. Silahkan membagaikan antara satu sama lain, agar menjadi berkat untuk orang lain.
Tradisional Tolikara Papua
Saya lahir di Tolikara Papua pada tanggal, 2 Desember Tahun 1991. Saya orangnya sederhana saja banyak memiliki kekurangan, jadi saya sangat membutuhkan saran atau masukkan oleh siapa pun. Agar saya dapat belajar dari orang lain lagi, tentang apa saja sesuai talenta anda masing - masing. Silahkan membagaikan antara satu sama lain, agar menjadi berkat untuk orang lain.
Lentera Papua Aviation in Wamena | Sekolah Sinar Baliem | 2014 | English
Saya lahir di Tolikara Papua pada tanggal, 2 Desember Tahun 1991. Saya orangnya sederhana saja banyak memiliki kekurangan, jadi saya sangat membutuhkan saran atau masukkan oleh siapa pun. Agar saya dapat belajar dari orang lain lagi, tentang apa saja sesuai talenta anda masing - masing. Silahkan membagaikan antara satu sama lain, agar menjadi berkat untuk orang lain.
Peter Hisage salah satu penanji Papua putra Lembah Wamena
Saya lahir di Tolikara Papua pada tanggal, 2 Desember Tahun 1991. Saya orangnya sederhana saja banyak memiliki kekurangan, jadi saya sangat membutuhkan saran atau masukkan oleh siapa pun. Agar saya dapat belajar dari orang lain lagi, tentang apa saja sesuai talenta anda masing - masing. Silahkan membagaikan antara satu sama lain, agar menjadi berkat untuk orang lain.
Kakak Imanuel Gurik putra Toliga Senior pioner Cahaya Toli Papua
Saya lahir di Tolikara Papua pada tanggal, 2 Desember Tahun 1991. Saya orangnya sederhana saja banyak memiliki kekurangan, jadi saya sangat membutuhkan saran atau masukkan oleh siapa pun. Agar saya dapat belajar dari orang lain lagi, tentang apa saja sesuai talenta anda masing - masing. Silahkan membagaikan antara satu sama lain, agar menjadi berkat untuk orang lain.
Lintas Toliga
Saya lahir di Tolikara Papua pada tanggal, 2 Desember Tahun 1991. Saya orangnya sederhana saja banyak memiliki kekurangan, jadi saya sangat membutuhkan saran atau masukkan oleh siapa pun. Agar saya dapat belajar dari orang lain lagi, tentang apa saja sesuai talenta anda masing - masing. Silahkan membagaikan antara satu sama lain, agar menjadi berkat untuk orang lain.
Objek Wisata Raja Ampat Papua
Saya lahir di Tolikara Papua pada tanggal, 2 Desember Tahun 1991. Saya orangnya sederhana saja banyak memiliki kekurangan, jadi saya sangat membutuhkan saran atau masukkan oleh siapa pun. Agar saya dapat belajar dari orang lain lagi, tentang apa saja sesuai talenta anda masing - masing. Silahkan membagaikan antara satu sama lain, agar menjadi berkat untuk orang lain.
Jumat, 29 Mei 2015
Objek Wisata Raja Ampat Papua
Saya lahir di Tolikara Papua pada tanggal, 2 Desember Tahun 1991. Saya orangnya sederhana saja banyak memiliki kekurangan, jadi saya sangat membutuhkan saran atau masukkan oleh siapa pun. Agar saya dapat belajar dari orang lain lagi, tentang apa saja sesuai talenta anda masing - masing. Silahkan membagaikan antara satu sama lain, agar menjadi berkat untuk orang lain.
A Week in Raja Ampat, West Papua, Indonesia
Saya lahir di Tolikara Papua pada tanggal, 2 Desember Tahun 1991. Saya orangnya sederhana saja banyak memiliki kekurangan, jadi saya sangat membutuhkan saran atau masukkan oleh siapa pun. Agar saya dapat belajar dari orang lain lagi, tentang apa saja sesuai talenta anda masing - masing. Silahkan membagaikan antara satu sama lain, agar menjadi berkat untuk orang lain.
Fleeing times, Central Highlands of West Papua
Saya lahir di Tolikara Papua pada tanggal, 2 Desember Tahun 1991. Saya orangnya sederhana saja banyak memiliki kekurangan, jadi saya sangat membutuhkan saran atau masukkan oleh siapa pun. Agar saya dapat belajar dari orang lain lagi, tentang apa saja sesuai talenta anda masing - masing. Silahkan membagaikan antara satu sama lain, agar menjadi berkat untuk orang lain.
Villa Cahaya Toli Center, Lintas Kali Kabur 2014
Saya lahir di Tolikara Papua pada tanggal, 2 Desember Tahun 1991. Saya orangnya sederhana saja banyak memiliki kekurangan, jadi saya sangat membutuhkan saran atau masukkan oleh siapa pun. Agar saya dapat belajar dari orang lain lagi, tentang apa saja sesuai talenta anda masing - masing. Silahkan membagaikan antara satu sama lain, agar menjadi berkat untuk orang lain.
The Story of Jesus - Fuuta-Jaloo / Fuuta-Jalon / Fouta Djallon / Pular L...
Saya lahir di Tolikara Papua pada tanggal, 2 Desember Tahun 1991. Saya orangnya sederhana saja banyak memiliki kekurangan, jadi saya sangat membutuhkan saran atau masukkan oleh siapa pun. Agar saya dapat belajar dari orang lain lagi, tentang apa saja sesuai talenta anda masing - masing. Silahkan membagaikan antara satu sama lain, agar menjadi berkat untuk orang lain.
Yesus Hanya Sejauh Doa
Saya lahir di Tolikara Papua pada tanggal, 2 Desember Tahun 1991. Saya orangnya sederhana saja banyak memiliki kekurangan, jadi saya sangat membutuhkan saran atau masukkan oleh siapa pun. Agar saya dapat belajar dari orang lain lagi, tentang apa saja sesuai talenta anda masing - masing. Silahkan membagaikan antara satu sama lain, agar menjadi berkat untuk orang lain.
Yesus dan Murid MuridNya
Saya lahir di Tolikara Papua pada tanggal, 2 Desember Tahun 1991. Saya orangnya sederhana saja banyak memiliki kekurangan, jadi saya sangat membutuhkan saran atau masukkan oleh siapa pun. Agar saya dapat belajar dari orang lain lagi, tentang apa saja sesuai talenta anda masing - masing. Silahkan membagaikan antara satu sama lain, agar menjadi berkat untuk orang lain.
Wanita yang disembuhkan Yesus
Saya lahir di Tolikara Papua pada tanggal, 2 Desember Tahun 1991. Saya orangnya sederhana saja banyak memiliki kekurangan, jadi saya sangat membutuhkan saran atau masukkan oleh siapa pun. Agar saya dapat belajar dari orang lain lagi, tentang apa saja sesuai talenta anda masing - masing. Silahkan membagaikan antara satu sama lain, agar menjadi berkat untuk orang lain.
Minggu, 24 Mei 2015
Rusia Tawarkan Beasiswa Pendidikan bagi Anak Papua
Saya lahir di Tolikara Papua pada tanggal, 2 Desember Tahun 1991. Saya orangnya sederhana saja banyak memiliki kekurangan, jadi saya sangat membutuhkan saran atau masukkan oleh siapa pun. Agar saya dapat belajar dari orang lain lagi, tentang apa saja sesuai talenta anda masing - masing. Silahkan membagaikan antara satu sama lain, agar menjadi berkat untuk orang lain.
Minggu, 17 Mei 2015
SKRIPSI Emiron Bembok
"PENERAPAN METODE DEMONSTRASI PADA MATERI GETARAN DAN GELOMBANG UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA"
SKRIPSI
Diajukan Syarat untuk Memenuhi Gelar Sarjana Pendidikan Fisika S1
Disusun oleh:
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN SURYA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA
2016
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Ilmu fisika merupakan salah satu ilmu yang
mempelajari tentang materi atau berbagai zat yang bisa meliputi sifat dari
fisis, komposisi perubahan yang terjadi dan juga energi yang dihasilkan. Oleh
sebab itulah, perkembangan yang terjadi pada ilmu pengetahuan dan juga
teknologi akan berkembang pesat dan juga tidak lepas dari ilmu fisika yang
merupakan salah satu ilmu yang dasar. Selain itu juga, konsep yang ada pada
ilmu fisika akan membantu dalam memahami berbagai pengkajian dari ilmu lainnya,
misalnya adalah ilmu kedokteran, ilmu kimia, teknologi industri, dan juga
teknologi manufaktur serta yang lainnya.
Selama ini di daerah- daerah terpencil
pendalaman di kampung- kampung sekitar
kota Tangerang, sekolah-sekolah yang ada belum pernah belajar dengan baik
tentang pelajaran fisika ini dan dianggap pelajaran yang paling sulit bagi
siswa. Fisika itu hanya untuk orang pintar saja, siswa biasanya berpikir seperti itu. Hal ini
ditemukan oleh Prof Yohanes Surya, Ph.D. Selain itu juga penulis dulu mengalami
hal yang sama. Akan tetapi ketika penulis mengikuti belajar dengan guru yang
berkualitas dan metode mengajarnya baik serta sangat menyenangkan .Ternyata
fisika itu asyik dan menyenangkan asalkan siswa ada keiginan belajar dan di
setiap sekolah harus ada guru yang berkualitas dengan metode mengajarnya yang
baik.
Persoalan yang terjadi di daerah tersebut salah
satunya dikarenakan metode yang digunakan oleh guru tidak menyenangkan bagi siswa, para guru- guru
hanya menggunakan metode ceramah saja . Oleh
karena itu, siswa sering juga tidak hadir pada mata pelajaran tersebut, karena
pelajarannya sulit dimengerti bagi siswa. Untuk mengatasinya dalam keadaan
seperti ini, ada metode- metode yang lain lebih dalam dan menyenangkan seperti
metode demonstrasi agar siswa dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa masih
banyak metode-metode yang lainnya.
Oleh karena itu penulis selaku peneliti
melakukan penelitian metode demonstrasi untuk digunakan pada materi getaran dan
gelombang. Agar meningkatkan pemahaman konsep siswa di sekolah Genius melalui
penelitian ini, siswa diwajibkan harus bisa menerapkan materi tersebut dalam
kehidupan sehari-hari. Harapan peneliti dengan kondisi yang disebut di atas
dapat mewujudkan cita-cita siswa dengan meningkatkan belajarnya sehingga
permasalahan yang terjadi bisa dapat diatasi.
B. Rumusan Masalah
Permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian
ini adalah apakah metode demonstrasi dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa
pada materi getaran dan gelombang?
C. Batasan
Masalah
Dari indentifikasi masalah diatas dapat
dibatasi masalah yang akan diteliti.
Batasan - batasan masalah tersebut sebagai
berikut.
1. Pembahasan
Materi
Penelitian
ini membahas tentang pokok materi getaran dan gelombang dan dibatasi pada sub
pokok bahasan soal cerita pada materi getaran dan gelombang.
2. Penelitian
difokuskan untuk mengukur peningkatan pemahaman konsep siswa pada materi
getaran dan gelombang.
3. Subjek
Penelitian
Subjek
penelitian dibatasi pada siswa sekolah Genius dan sudah dilakukan pada semester
ganjil tahun ajaran 2014/2015.
Dari
pembatasan yang telah dilakukan di atas maka penulis dalam penelitian ini
mengambil judul “Penerapan Metode Demonstrasi Pada Materi Getaran dan Gelombang
untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep
Siswa”.
D. Tujuan Penelitian
Pembahasan tentang penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep siswa melalui penerapan metode
demonstrasi dengan materi getaran dan gelombang.
E. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat
bermanfaat. Berikut ini adalah manfaat dari penelitian ini.
1.
Bagi guru, penelitian
ini diharapkan dapat menjadi memperbaiki kinerja, meningkatkan kemampuan dan
profesionalisme dalam memilih metode pengajaran yang baik.
2.
Bagi siswa, metode
demonstrasi diharapkan pemahaman konsep siswa dapat meningkat.
3.
Bagi peneliti lainnya,
penelitian ini menjadi referensi untuk dijadikan penelitian lanjutan.
F. Definisi Operasional
Definisi operasional variabel pada penelitian ini adalah:
1. Metode demonstrasi
adalah cara mengajar dengan cara
memperagakan proses terjadinya suatu peristiwa atau benda denan penampilan tingkah laku
yang dicontohkan agar dapat diketahui dan dipahami oleh siswa secara nyata.
2.
Pemahaman konsep adalah
buah pemikiran seseorang yang sehingga melahirkan produk pemahaman yang
mendalam mengenai suatu materi
BAB II
KAJIAN
PUSTAKA
A. Belajar dan Teori Belajar
Dalam proses
pembelajaran, guru dituntut untuk mampu mengembangkan potensi- potensi siswa
secara optimal. Upaya untuk mendorong terwujudnya perkembangan potensi siswa tersebut
tentunya merupakan suatu proses panjang yang tidak dapat diukur dalam periode tertentu. Agar aktivitas yang
dilakukan guru dalam proses pembelajaran terarah pada upaya peningkatan potensi
siswa secara komprehensip, maka pembelajaran harus dikembangkan sesuai dengan
prinsip- prinsip yang benar, yang bertolak dari kebutuhan internal siswa untuk
belajar mengingatkan beberapa
hal yang dapat menjadikan kerangka dasar bagi penerapan prinsip- prinsip
belajar dalam proses pembelajaran, yaitu;
1.
Hal apapun yang dipelajari siswa maka ia harus mempelajarinya sendiri. Tidak seorangpun yang dapat melakukan
kegiatan belajar tersebut untuknya.
2.
Setiap siswa belajar menurut tempo
(kecepatannya) sendiri dan untuk setiap
kelompok umur, terdapat variasi dalam kecepatan belajar.
3.
Seseorang siswa belajar lebih banyak bilamana
setiap langkah segera diberikan
penguatan (reinforcement).
4.
Penguasaan secara penuh dari setiap langkah-
langkah pembelajaran, memungkinkan
siswa belajar, secara lebih berarti.
5.
Apabila siswa diberikan tanggung jawab untuk
mempelajari sendiri, maka ia lebih
termotivasi untuk belajar, dan ia akan belajar dan mengingatkan lebih baik.
Prinsip belajar menunjuk
kepada hal- hal penting yang harus dilakukan guru agar terjadi proses belajar siswa
sehingga proses pembelajaran yang dilakukan dapat mencapai hasil yang
diharapkan. Prinsip - prinsip belajar dalam proses pembelajaran. Bagi guru,
kemampuan menerapkan prinsip- prinsip belajar juga memberikan arah tentang apa
saja yang sebaiknya dilakukan oleh guru agar para siswa dapat berperan aktif di
dalam proses pembelajaran akan dapat membantu terwujudnya tujuan pembelajaran
yang dirumuskan dalam perencanaan pembelajaran. Sementara bagi siswa prinsip-
prinsip pembelajaran akan membantu tercapainya hasil belajar yang diharapkan
(Aunurrahman, 2013: 113-114).
B. Model Pembelajaran Metode Demonstrasi
Demonstrasi merupakan salah satu metode yang cukup efektif karena
membantu siswa untuk mencari jawaban dengan usaha sendiri berdasarkan fakta
atau data yang benar. Metode demontrasi merupakan metode penyanjian pelajaran
dengan memperagakan dan mempertunjukkan kepada siswa tentang suatu proses,
situasi, atau benda tertentu, baik sebenarnya atau hanya sekadar tiruan.
Metode demonstrasi adalah petunjuk tentang proses terjadinya suatu
peristiwa atau benda sampai pada penampilan tingkah laku yang dicontohkan agar
dapat diketahui dan dipahami oleh siswa secara nyata
(Sagala, 2005: 197).
Sebagai metode penyajian, demonstrasi tidak terlepas dari
penjelasan secara lisan oleh guru. Walaupun dalam proses demonstrasi peran
siswa hanya sekadar memperhatikan, tetapi demonstrasi dapat menyajikan bahan
pelajaran lebih konkret. Dalam strategi pembelajaran, demonstrasi dapat
digunakan untuk mendukung keberhasilan strategi pembelajaran ekspositori
dan inkuiri.
1. Langkah- Langkah Menggunakan Metode Demonstrasi
a) Tahap Persiapan
l Pada tahap persiapan ada
beberapa hal yang harus dilakukan :
l Merumuskan tujuan yang
harus dicapai oleh siswa setelah proses demonstrasi berakhir,
l Menyiapkan garis besar
langkah- langkah demonstrasi yang akan dilakukan; dan
l Melakukan uji coba
demonstrasi.
b) Tahap Pelaksanaan
1) Langkah
Pembukaan Metode Demonstrasi
Sebelum demonstrasi
dilakukan ada beberapa hal yang harus diperhatikan, di antaranya:
l Mengatur tempat duduk
yang memungkinkan semua siswa dapat memperhatikan dengan jelas apa yang
didemonstrasikan;
l Mengemukakan tujuan apa
yang harus dicapai oleh siswa;
l Menemukakan tugas- tugas
apa yang harus dilakukan oleh siswa, misalnya siswa ditugaskan untuk mencatat
hal-hal yang dianggap penting dari pelaksanaan demonstrasi.
2) Langkah Pelaksanaan Metode Demonstrasi
Mulailah demonstrasi
dengan kegiatan - kegiatan yang merangsang siswa untuk berpikir,
misalnya melalui pertanyaan - pertanyaan yang mengandung teka- teki
sehingga mendorong siswa untuk tertarik memerhatikan demonstrasi.
Ciptakan suasana yang
menyejukkan dengan menghindari suasana yang menegangkan. Yakinkan bahwa semua
siswa mengikuti jalannya demonstrasi dengan memperhatikan reaksi seluruh siswa.
Berikan kesempatan kepada siswa untuk secara aktif memikirkan lebih lanjut
sesuai dengan apa yang dilihat dari proses demonstrasi itu.
3) . Langkah
Mengakhiri Metode Demontrasi
Apabila demonstrasi
selesai dilakukan, proses pembelajaran perlu diakhiri dengan memberikan tugas-
tugas tertentu yang kaitannya dengan pelaksanaan demonstrasi dan proses
pencapaian tujuan pembelajaran. Hal ini diperlukan untuk meyakinkan apakah
siswa memahami proses demonstrasi itu atau tidak. Selain memberikan tugas yang
relevan, ada baiknya guru dan siswa melakukan evaluasi bersama tentang jalannya proses demonstrasi itu untuk
perbaikan selanjutnya.
Sebagai suatu
metode pembelajaran, demonstrasi
memiliki beberapa kelebihan di antaranya sebagai berikut.
a)
Melalui metode demonstrasi, terjadinya
verbalisme akan dapat dihindari karena siswa disuruh langsung memerhatikan
bahan pelajaran yang dijelaskan.
b)
Proses pembelajaran akan lebih menarik karena
siswa tak hanya mendengar, tetapi juga melihat peristiwa yang terjadi.
c)
Dengan cara mengamati secara langsung, siswa
akan memiliki kesempatan untuk membandingkan antara teori dan kenyataan. Dengan
demikian, siswa akan lebih meyakini kebenaran materi pembelajaran.
Selain beberapa kelebihan, metode demonstrasi juga memiliki
beberapa kelemahan, di antaranya sebagai berikut.
a)
Metode demonstrasi memerlukan persiapan yang
lebih matang karena tanpa persiapan yang memadai demonstrasi bisa gagal
sehingga dapat menyebabkan metode ini tidak efektif lagi. Untuk menghasilkan
pertunjukan suatu proses tertentu, guru harus beberapa kali mencobanya terlebih
dahulu sehingga dapat memakan waktu yang banyak;
b)
Demonstrasi memerlukan peralatan, bahan- bahan,
dan tempat yang memadai yang berarti penggunaan metode ini memerlukan pembiyaan
yang lebih mahal dibandingkan dengan ceramah; yang khususnya sehingga guru
dituntut untuk bekerja lebih profesional. Di samping itu, demonstrasi juga
memerlukan kemauan dan motivasi guru yang bagus untuk keberhasilan proses
pembelajaran siswa (Majid, 2013: 197).
C. Pengertian Getaran
C.
Getaran adalah gerak bolak balik yang terjadi secara teratur di
sekitar titik setimbangnya. Karena terjadi secara teratur, getaran sering
disebut gerak berkala atau gerak periodik. Beberapa contoh dari gerak periodik
atau getaran adalah sebagai berikut.
l Gerak turun naiknya batu
yang digantung pada sebuah pegas setelah di lepaskan.
l Gerak ayunan sebuah bola
besi yang diayung dengan tali dan dilepaskan, kemudian di hitung waktu yang
berputar selama getaran tersebut bergetar.
l Gerak turun naiknya
ujung sebilah penggaris plastik yang salah atau ujungnya dijepit, kemudian
dilepaskan dan menghitung waktu yang berputar selama satu getaran.
l Gerak turun naiknya air
dalam pipa
Gambar 2.1 Contoh Getaran
Getaran banyak dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari gitar yang
dipetik menghasilkan musik yang merdu getaran bandul dapat dimanfaatkan sebagai
penunjuk waktu; dan getaran jaring laba- laba dapat digunakan untuk mencari
mangsa; dan getaran pegas pada mobil melintasi jalan.
Tidak semua getaran bermanfaat. Getaran mesin- mesin kadang-
kadang tidak menyenangkan, karena suaranya sangat mengganggu kenyamanan.
Getaran mesin mobil dapat mengurangi kenyamanan dalam berkendaraan. Itulah
sebabnya banyak teknologi dikembangkan untuk meredam getaran- getaran yang
merugikan.
Gambar 2.2 Bandul
Sederhana
1. Periode dan
Frekuensi
Pada Gambar 2.2 bandul mula- mula berada dalam keadaan seimbang di
titik B (titik B dinamakan titik keseimbangan). Kemudian bandul diberi
simpangan hingga mencapai titik A dan dilepas. Bandul akan berayun ke titik C
melalui titik B dan kembali ke titik A melalui lintasan yang sama. Jika tidak
ada udara, bandul akan bergerak bolak- balik tanpa henti. Getaran bandul dari
titik A ke titik A lagi melalui lintasan ABCBA, dinamakan 1 getaran atau 1
ayunan.
Lamanya waktu yang diperlukan untuk melakukan 1 getaran atau untuk
menempuh lintasan ABCBA dinamakan periode, T. Satuan periode adalah detik atau
sekon yang disingkat S.
Besaran lain yang digunakan untuk melukiskan getaran adalah frekuensi
yang diberi simbol f atau v ( baca: nu). Frekuensi
menyatakan banyaknya getaran tiap detik. Satuan frekuensi dalam
SI (Sistem Internasional) adalah herz, disingkat Hz.
1 hertz =
1 getaran/ detik
Frekuensi dan periode getaran dapat dihubungkan dengan rumus: T=1/f
Menurut definisi, waktu untuk melakukan 1 ayunan dinamakan periode,
T. Dengan demikian T harus sama dengan 1/f.
D. P
Pernahkah Anda perhatikan apa yang
terjadi ketika sebutir batu kecil dijatuhkan pada permukaan air kolam yang
tenang? Batu akan menimbulkan suatu gangguan pada permukaan air! Gangguan ini
kemudian dirambatkan oleh air ke tepi kolam.
Selama dirambatkan, gangguan tidak
membawa atau menyeret materi yang terletak pada permukaan air yang dilewati
gangguan hanya bergerak naik- turun, tanpa ikut terseret gangguan. Perambatan
gangguan ini dinamakan gelombang. Karena gangguan ini membawa energi maka
gelombang didefinisikan sebagai perambatan energi dari satu tempat ke tempat
lain tanpa menyeret materi yang dilewatnya.
Di samping gelombang air, beberapa
jenis gelombang yang ditemui orang antara lain: gelombang tali, gelombang
gempa, gelombang bunyi, gelombang kejut yang disebabkan oleh pesawat
supersonik, gelombang radio, gelombang mikro (microwave) dan gelombang cahaya.
Gelombang air, gelombang bunyi,
gelombang tali, dan gelombang gempa merambat melalui suatu medium. Mediumnya
dapat berupa zat padat, zat cair atau gas. Gelombang, yang seperti ini disebut
gelombang mekanik. Gelombang cahaya,
gelombang radio dan gelombang mikro tidak membutuhkan medium untuk
perambatannya. Gelombang yang seperti ini disebut gelombang elektromaknetik.
(Surya, Yohanes 2009: 19).
Gelombang transversal adalah gelombang
yang arah getarnya tegak lurus dengan arah rambatnya. Gambar gelombang
transversal dapat dilihat seperti pada
Gambar
2.3. Bentuk Gelombang Transversal
Istilah- istilah dalam Gelombang
Transversal
l Amplitudo
gelombang (A), adalah tinggi puncak gelombang.
l Panjang
gelombang, λ didefinisikan sebagai jarak terdekat
antara dua puncak gelombang. Panjang gelombang juga merupakan jarak terdekat
antara dua titik yang identik (atau sefase).
Panjang gelombang merupakan panjang suatu gelombang penuh.
l Frekuensi
gelombang, f didefinisikan sebagai
banyaknya gelombang yang melewati suatu titik tiap detik.
l Periode
gelombang, T didefinisikan sebagai waktu yang
diperlukan oleh satu titik untuk dilewati dua puncak gelombang ( atau 1
gelombang penuh) berturut- turut. Periode dirumuskan sebgai T= 1/f.
l Kecepatan
gelombang atau cepat rambat gelombang, Ê‹,
merupakan kecepatan lewatnya dua puncak gelombang berturut- turut pada suatu
titik tertentu. Karena jarak dua puncak gelombang didefinisikan sebagai λ dan
waktu untuk munculnya dua puncak gelombang berturut- turut adalah T maka
menurut rumus gerak, ʋ = s/t = λ/T. Karena T = 1/f maka rumus kecepatan
gelombang dapat juga ditulis sebagai ʋ = λ.f.
Gelombang longitudinal adalah
gelombang yang sejajar dengan arah rambatannya. Gelombang longitudinal terdiri
dari rapatan dan regangan. Rapatan adalah daerah di mana gulungan pegas
pada itu lebih rapat dibandingkan jarak
antara gulungan pada keadaan normal, sedangkan Renggangan adalah daerah
yang jarak antara gulungan pegasnya relatif lebih renggang. Bentuk gelombang longitudinal dapat dilihat
seperti pada Gambar 2.4.
Gambar
2.4. Gelombang Longitudinal
Pada gelombang longitudinal yang
dimaksud panjang gelombang, λ adalah jarak terdekat antara dua pusat
renggangan. Sedangkan frekuensi gelombang, f, sama seperti
gelombang transversal, didefinisikan sebagai banyaknya gelombang yang melewati
suatu titik tiap detik.
Rumus cepat rambat gelombang longitudinal
ʋ, sama dengan rumus kecepatan gelombang transversal, yaitu ʋ = λ.f.
Catatan:
Perlu diperhatikan
bahwa cepat rambat gelombang tidak sama dengan kecepatan gerakan partikel -
partikel yang dilewati gelombang itu. Kecepatan gerakan partikel yang sering
disebut dengan cepat getar gelombang berhubungan dengan kecepatan
partikel bergetar (bergerak tegak lurus arah rambat pada kasus gelombang
transversal) (Surya, Yohanes 2009: 21).
E.
Pemahaman Konsep Siswa
Kita dapat membayangkan bila seseorang tidak
mampu mengklasifikasikan atau mengelompokkan peristiwa, objek, dan kegiatan
yang di jumpainya dalam kehidupan sehari- hari. Karena tidak ada dua stimulus
yang sama benar, orang itu akan terpaksa memberikan respons yang berbeda
terhadap setiap simulus yang diterimanya. Hal ini merupakan suatu beban yang
berat bagi memori. Terlibat dalam situasi demikian merupakan hal yang kompleks.
Untunglah manusia dapat mengategorisasikan
berbagai stimulus yang mereka hadapi. Walaupun tidak ada dua jeruk yang sama benar,
kita dapat mengelompokkan jeruk- jeruk itu dan mengadakan reaksi yang serupa
terhadap semua anggota dari kelas jeruk. Kita dapat menentukan sifat kelas
jeruk, memberi nama kategori itu, dan mengadakan respons yang berbeda terhadap
semua anggota kelas itu dengan cara yang sama - dengan memakannya. Konsep merupakan kategori yang kita berikan
pada stimulus yang ada di lingkungan kita. Konsep menyediakan skema
teroganisasi untuk untuk mengasimilasikan stimulus baru dan menentukan hubungan
di dalam dan di antara kategori- kategori.
Belajar konsep merupakan hasil utama
pendidikan. Konsep merupakan batu pembangun berpikir. Konsep merupakan dasar
bagi proses mental yang lebih tinggi untuk merumuskan prinsip dan generalisasi.
Untuk memecahkan masalah, seorang siswa harus mengetahui aturan- aturan yang
relevan dan aturan- aturan ini didasarkan pada konsep- konsep yang diperolehnya
(Dahar,2011:62).
Belajar
dan pembelajaran konsep diperoleh dengan dua cara , yaitu pembentukan konsep
dan asimilasi konsep. Pembentukan konsep terutama merupakan bentuk perolehan
konsep sebelum anak- anak masuk sekolah. Pembentukan konsep dapat disamakan
dengan belajar konsep konkret menurut Gagne (1977). Asimilasi konsep merupakan
cara utama untuk memperoleh konsep
selama sesudah sekolah.
a. Pembentukan Konsep siswa
Banyak konsep yang sudah kita peroleh
berkembang sejak kita kecil. Akan tetapi, konsep itu telah mengalami modifikasi
atau perubahan karena pengalaman- pengalaman kita. Waktu anak- anak mulai masuk
sekolah, mereka sudah memperoleh konsep- konsep seperti: meja, kursi, atas,
berlari, dan banyak lagi yang lain. Konsep- konsep ini terutama diperoleh
melalui pembentukan konsep.
Pembentukan konsep merupakan proses induktif.
Bila anak dihadapkan pada stimulus lingkungan, ia mengbstraksi sifat atau
atribut tertentu yang belajar penemuan, paling sedikit dalam bentuk primitif.
Pembentukan konsep juga ditunjukkan oleh orang- orang yang lebih tua dalam
situasi kehidupan nyata dan laboratorium, tetapi dengan tingkat kerumitan yang
lebih tinggi.
Pembentukan konsep mengikuti pola contoh/
aturan pola “egrule” (eg = examples = contoh). Anak yang belajar
dihadapkan pada sejumlah contoh dan mencontoh konsep tertentu. Melalui proses
diskriminasi dan abstaksi, ia menetapkan
suatu aturan yang menentukan kriteria untuk konsep itu. ( Dahar, 2011: 64 ).
b. Pendekatan
Konsep Siswa
Konsep
merupakan buah pemikiran seseorang atau sekelompok orang yang dinyatakan dalam
definisi sehingga melahirkan produk pengetahuan meliputi prinsip, hukum, dan
teori. Konsep diperoleh dari fakta, peristiwa, pengalaman melalui generalisasi,
dan berfikir abstrak. Konsep dapat mengalami perubahan disesuaikan dengan fakta
atau pengetahuan baru, sedangkan kegunaan konsep adalah menjelaskan dan
meramalkan. (Sagala,2003:71).
Walaupun kedua bentuk belajar konsep ini
efektif, pembentukan konsep lebih memakan waktu daripada asimilasi. Dengan
mempertimbangkan bahwa begitu banyak konsep yang harus dipelajari siswa selama
sekolah, pengunaan berlebihan metode penemuan hendaknya dibatasi. Mereka
menganjur belajar penemuan yakin bahwa konsep yang dipelajari secara eg-rute
lebih bermakna bagi para siswa daripada konsep yang dipelajari dengan rute-
eg, tetapi ada pula ahli teori belajar yang tidak sependapat dengan ini,
antara lain Ausubel. Mengenai belajar bermakna ini perlu ada pembahasan
tersendiri (Dahar, 2011: 65).
2.6 Hipotesis
Penelitian
Berdasarkan teori pembelajaran dan hasil
penelitian yang telah dipaparkan pada latar belakang penelitian sebelumnya,
peneliti dapat menyusun hipotesis penelitian adalah terdapat peningkatan
pemahaman konsep siswa pada materi getaran dan gelombang melalui metode
demonstrasi.
BAB
III
METODE
PENELITIAN
A. Metode dan Desain
Metode penelitian yang
digunakan pada penelitian ini adalah poor experimental dengan desain one
group pre-post desain pada penelitian ini penelitian dilakukan pada 1
kelas, yang diawali dengan pemberian pretest, kemudian diberiakn
perlakuan dengan metode demonstrasi, dan selanjutnya diakhiri dengan posttest
Tabel
3.1 Desain Penelitian
Pre test
|
Perlakuan
|
Post test
|
O1
|
X
|
O2
|
B. Populasi
dan Sampel
Dalam
penelitian, populasi ini dibedakan antara populasi secara umum dengan populasi
target atau “target population”. Populasi target adaalah populasi yang menjadi sasaran keberlakukan kesimpulan
penelitian kita. Kualitas atau ciri tersebut dinamakan variabel.
Suatu populasi dengan jumlah individu tertentu dinamakan variabel. Populasi
pada penelitian ini adalah seluruh siswa Sekolah Genius.
Pengambilan
sampel merupakan suatu proses pemilihan dan penentuan jenis sampel dan
perhitungan besarnya sampel yang akan menjadi subjek atau objek penelitian.
Sampel yang secara nyata akan diteliti harus peresentatif dalam arti mewakili
populasi baik dalam karakteristik maupun jumlahnya.
Sampel adalah berkenaan
dengan pengukuran keadaan ataupun atribut dari entitas tertentu, seperti
keluarga, areal, produksi, usaha, tani, guru, penyakit, dan sebagainya. Atribut
serta objek yang menjadi tujuan penelitian disebut sifat atau ciri (characteristic).
Sampel pada penelitian ini dipilih menggunakan teknik sampel jenuh (sensus),
karena sampel pada penelitian ini merupakan jumlah keseluruhan populasi dari
siswa Sekolah Genius. (Sukmadinata,
250-252:2005).
C. Prosedur Penelitian
Prosedur penelitian ini adalah.
1). Observasi di sekolah genius (melalui kegiatan PPL)
2). Melakukan study literatur (membaca teori
tentang metode demonstrasi)
3) Menyusun soal pos test dan pre test
4). Menyusun RPP
5). Melakukan validasi soal kepada asisten dosen
6). Pemberian pretest kepada siswa
7). Mengajar
menggunakan metode demonstrasi
8). Pemberian posttest kepada siswa
9). Menganalisis Data
10). Menyusun laporan.
D. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data
yang digunakan pada penelitian ini ada menggunakan teknik tes tertulis. Tes ini
dibuat dalam bentuk soal getaran dan gelombang yang berisi pilihan ganda dan
isian berjumlah 30 nomor untuk satu siswa. Mengerjakannya, hanya dalam waktu 20
menit.
Sebelum diberikan kepada
siswa. Tes divalidasi terlebih dahulu oleh: Validator Bapak Amak Asofi, S.Pd. Setelah itu dilakukan
perbaikan sesuai saran dari validator.
E. Teknik Analisis Data
Data pada penelitian ini dianalisis 2 kali
yaitu dengan:
a).
Analisis Deskriptif
Analisis dskriptif yaitu
analisis yang digunakan untuk menggambarkan nilai dari hasil pretest dan posttest.
b). Analisis lanjutan
Analisis lanjutan ini
digunakan untuk mencapai peningkatan pemahaman konsep siswa. Analisis lanjutan
ini menggunakan persamaan N. Gain absolute menyatakan bahwa siswa yang
memiliki gain absolute sama belum tentu memiliki gain hasil belajar yang sama. ( Hake
2002)
Gain ternomalisasi (N-gain)
diformulasikan dalam bentuk persamaan seperti di bawah ini:
N-Gain = skor
pos test - skor pre test / skor ideal -
skor pre test
Kategori gain
ternomalisasi disajikan pada tabel di bawah ini.
Tabel 3.2 Interpretasi Gain Ternomalisasi
yang dimodifikasi
Nilai gain
ternomalisasi
|
Interpretasi
|
-1,00 ≤ gain
> 0,00
|
Terjadi penurunan
|
N gain = 0,00
|
Tidak terjadi
peningkatan
|
0,00 < N gain>
0,30
|
Rendah
|
0,30 ≤N gain
> 0,70
|
Sedang
|
0,70 ≤ N gain ≤
1,00
|
Tinggi
|
(Rostina Sundayana,
2014 :151)
Hasil pada tabel diatas
akan ditentukan ketika nilai- nilai setiap siswa diola menggunakan rumus gain.
Kemudian akan menggetahui sebab dan akibat menggapa siswa- siswi bisa dapatkan
nilai seperti begitu? Setelah itu, peneliti akan mencari jalan keluar dari
sebab akibat yang dialami oleh para siswa- siswi tersebut. Agar menuju
peningkatan pemahaman konsep siswa yang lebih baik lagi.
BAB IV
HASIL PENELITIAN
A. Hasil
Penelitian
1. Analisis Deskriptif
Penelitian ini dilakukan
di SMA Genius yang di awali dengan memberikan soal pretest untuk
mengetahui kemampuan pemahaman konsep siswa pada materi getaran dan gelombang,
kemudian diakhiri dengan pemberian soal posttest untuk mengetahui
peningkatan pemahaman konsep siswa. Sebelum melakukan penelitian, terlebih
dahulu peneliti menyusun RPP dan soal-soal, kemudian pertama peneliti
menerapkan metode demonstrasi pada materi getaran dan gelombang. Setelah
siswa-siswi mengikuti penerapan penelitian, peneliti memberikan posttest
kepada siswa untuk mngetahui peningkatan pemahaman konsep siswa. Hasil pretest dan posttest dapat
dilihat pada Tabel 1 berikut.
Tabel 1.Hasil Pretest dan Posttest
Kriteria
|
Pretest
|
Posttest
|
Rata-Rata
|
74,69
|
75,63
|
Nilai Tertinggi
|
95
|
95
|
Nilai Terendah
|
40
|
50
|
Simpangan Baku
|
16,28
|
12,63
|
Varians
|
264,90
|
159,58
|
Hasil N- gain
yang diperoleh setiap siswa pada Tabel 1 di atas, menunjukkan bahwa nilai
rata-rata pretest dapatkan 74,69 kemudian mengalami peningkatan sebesar
75,63. Kemudian nilai tertinggi yang diraih besarnya sama yaitu sebesar 95. Di
antara mereka ada juga yang nilainya masih rendah yaitu 40 nilai pretest,
kemudian sedikit dapat meningkat nilai postyest-nya menjadi 50.
Simpangan baku hasil keseluruhannya 16,28 kemudian dapat menurung
sebesar12,63262971 dan nilai varians sebesar 264,90 menjadi berubah 159,58.
2. Analisis
Lanjutan
Berdasarkan hasil pengujian
menggunakan N-Gain ternyata hanya sedikit yang mengalami peningkatan pemahaman
konsep sangat rendah yaitu sebesar 0.037. Setiap siswa memiliki pemahaman
konsep yang berbeda ada yang memiliki gain yang rendah, ada yang sedang,
dan ada yang tinggi telah terbukti sebagai berikut.
Hasil analisis
menggunakan N-Gain diperoleh bahwa:
a. Siswa
dengan peningkatan rendah (N- Gain < 0,30) berjumlah 9 orang
b. Siswa
dengan peningkatan sedang( 0,30 ≤ N- Gain ≥ 0,70 ) berjumlah 3 orang
c. Siswa
dengan peningkatan tingggi (0,70 < N- Gain) berjumlah 3 orang
B. Pembahasan
Berdasarkan analisis
data, yang diperoleh hasil bahwa ada peningkatan pemahaman konsep siswa dari
nilai pretest dan posttest, walaupun peningkatannya sangat kecil,
yaitu 0,037. Berdasarkan analisis data menggunakan N-Gain, peningkatan
pemahaman konsep setiap siswa masih rendah yaitu sekitar 9 orang, sedangkan
yang sedang ada 4 orang, dan yang mengalami peningkatan tinggi ada 3 orang.
Hal ini disebabkan
karena ketika penelitian berlangsung, siswa di Sekolah Genius sebenarnya tidak
ada anak yang kemampuannya rendah, yang ada hanya mereka semua sama, tetapi
peneliti menilai ada siswa yang bekerja dengan serius dan teliti sehingga
hasilnya baik. Akan tetapi ada yang tidak serius mengerjakan soal pretest
atau posttest sehingga hasilnya juga belum memuaskan yang ditargetkan
oleh peneliti. Penyebab lainnya karena siswa tidak memperhatikan ketika
peneliti menjelaskan materi sehingga nilai siswa tidak meningkat. Akan tetapi
ada siswa yang memperhatikan penjelasan peneliti dengan baik, nilainya pasti
meningkat. Oleh karena itu, nilainya tidak memuaskan, dan di antara mereka
ada mengerjakan dengan serius dan teliti nilainya baik.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil
penelitian yang diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman konsep siswa
pada materi getaran dan gelombang
melalui metode demonstrasi sebesar 0,037, dengan rincian siswa dengan peningkatan rendah (N- Gain
< 0,30) berjumlah 9 orang, siswa
dengan peningkatan sedang( 0,30 ≤ N- Gain ≥ 0,70 ) berjumlah 3 orang,
siswa dengan peningkatan tingggi (0,70
< N- Gain) berjumlah 3 orang.
B.
Saran
Demikian berdasarkan penelitian
tersebut, maka peneliti dapat disarankan:
1. Pembelajaran menggunakan metode
demonstrasi sebaiknya dilakukan dengan pembimbingan yang baik oleh guru,
sehingga seluruh siswa memperhatikan kegiatan demonstrasi
2. Alat yang digunakan pada kegiatan
demontrasi sebaiknya bisa memberikan gambaran yang konkret tentang fenomena/
gejala fisika yang terjad.
DAFTAR PUSTAKA
Aunurrahman. 2013. Belajar
dan Pembelajaran. Bandung : Alfabeta
Dahar. 2011. Teori-
Teori Belajar & Pembelajaran. Ciracas, Jakarta 13740. PT Gelora Aksara
Prama.
Majid. 2013. Strategi
Pembelajaran. Bandung 40252 : PT Remaja Rosdakaya
Nazir. 2014. Metode Penelitian. Warung Nangka,
Ciawi- Bogor 16720: Penerbit Ghalia
Indonesia
Surya, Yohanes. 2009. Getaran dan Gelombang. Tangerang : PT Kandel
Indonesia
Surya, Yohanes. 2009. Getaran dan Gelombang. Tangerang : PT Kandel
Sukmadinata. 2005. Metode penelitian Pendidikan. Bandung, 40252. PT
Remaja
Rosdakarya
Rostina
Sundayana, 2014. Statistika Penelitian
Pendidikan. Bandung. PT
Alfabeta
Syaiful Sagala, 2013. Konsep dan Makna Pembelajaran.
Bandung: PT
Alfabeta
Saya lahir di Tolikara Papua pada tanggal, 2 Desember Tahun 1991. Saya orangnya sederhana saja banyak memiliki kekurangan, jadi saya sangat membutuhkan saran atau masukkan oleh siapa pun. Agar saya dapat belajar dari orang lain lagi, tentang apa saja sesuai talenta anda masing - masing. Silahkan membagaikan antara satu sama lain, agar menjadi berkat untuk orang lain.
Langganan:
Komentar (Atom)












